ASSALAMU'ALAYKUM

Kamis, 22 September 2011

KERTAS DAUR ULANG


Berdasarkan informasi dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), diketahui bahwa setiap tahunnya Negara Inggris membutuhkan sekitar 90 juta pohon untuk memenuhi kebutuhan aneka industry kertas dan papan. Dengan demikian, semakin meningkatnya kebutuhan kertas dalam jangka panjang bila tidak dikontrol dapat menimbulkan dampak kurang menguntungkan bagi lingkungan.
Sebaliknya, langkanya bahan baku kertas akan menyebabkan naiknya harga kertas. Padahal dalam era perkembangan informasi, komunikasi, dan pendidikan kondisi seperti ini dapat menghambat proses perkembangan yang sedang berlangsung.
Salah satu alternatifnya adalah dengan membuat kertas daur ulang. Pembuatan kertas daur ulang bisa menyelamatkan lingkungan hidup, karena sedikit mengurangi ketergantungan kita terhadap tanaman alam. Selain itu, proses daur ulang kertas jika dilakukan secara cermat dapat mengurangi terjadinya pencemaran.
Berdasarkan analogi, meningkatnya penggunaan kertas tentu akan semakin banyak dihasilkan kertas bekas. Sedangkan kertas bekas inilah yang digunakan sebagai bahan baku membuat kertas daur ulang. Namun, potensi ini belum banyak dikenal masyarakat. Oleh sebab itu, perlu dipikirkan cara memperkenalkan hal tersebut kepada masyarakat dengan menggunakan teknologi dan peralatan sederhana, serta biaya murah.

CARA MEMBUAT KERTAS
Sepanjang sejarah, pembuatan kertas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu cara tradisional dan modern.
1.      Cara Tradisional
Pembuatan kertas secara tradisional telah berlangsung lama di Thailand dan Cina. Caranya, bahan-bahan mengandung selulose (kulit kayu atau rumput-rumputan seperti gandum, padi, atau batang tebu) dimasak dalam air dan dicampur abu. Lalu bahan yang telah diolah tersebut ditumbuk dengan batang kayu untuk mempermudah pelepasan serat. Proses ini dikenal dengan sebutan pulping, sedangkan serat untuk membuat bubur kayu dinamakan pulp.

2.      Cara Modern
Dalam proses produksi kertas secara besar-besaran (modern), terdapat dua macam pulp, yakni pulp mekanis dan pulp kimia. Keduanya sama-sama memakai bahan baku dari kayu.
a)      Pulp mekanis
Pulp mekanis dibuat dengan cara menumbuk atau menggiling selulose. Jenis pulp ini sangat baik dipergunakan untuk kertas Koran karena mampu menyerap tinta dan cepat kering. Namun, pulp mekanis sangat lunak dan gampang kehilangan kekuatan jika basah. Di dalam pulp mekanis terkandung partikel kayu berukuran kecil yang belum teredusir menjadi serat dan masih tampak oleh mata telanjang. Hasil kertas berasal dari pulp mekanis ini sering disebut serat kayu (woody).

b)     Pulp kimia
Kertas yang terbuat dari serat selulose dikenal paling kuat dan tidak mudah rusak saat diolah. Pertama, kayu berbentuk batangan dipecah menjadi remah-remah kecil menggunakan mesin. Setelah itu, dimasak pada suhu bertekanan tinggi bersama bahan kimia peluluh ikatan antar-serat yang mempercepat terbentuknya bubur kayu (pulp).

Berikut bahan-bahan kimia yang biasa dipakai dalam proses pembuatan pulp kimia.
·         Causatik soda dan sodium sulphate menjadikan serat kasar dan sangat kuat yang dikenal dengan nama kraft. Karena kekuatannya, bahan ini sangat cocok untuk kantong dan kotak pengemas barang-barang berat dan elektronik.
·         Jenis sulphit missal ammonium dan kalsium digunakan untuk menghasilkan serat halus bahan baku kertas cetak dan tulis berkualitas tinggi. Kertas semacam ini biasanya dibuat berwarna putih, sangat bagus dan kuat, serta harganya relative mahal.

CARA MEMBUAT KERTAS DAUR ULANG
a.       BAHAN
Untuk membuat kertas daur ulang dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut :
·      Limbah kertas, terdiri dari semua kertas, baik kertas koran, maupun kertas lainnya asal bukan kertas mengilat yang biasa digunakan untuk sampul buku atau majalah. Kertas mengilat seperti ini atau yang mengandung semacam plastic tidak dapat didaur ulang.
·      Air, digunakan untuk merendam kertas bekas
·      Bahan pewarna, sebaiknya dibiasakan menggunakan pewarna alami yang berasal dari umbi seperti kunyi atau temulawak, biji-bijian, maupun daun-daunan seperti daun jati muda, daun suji, daun singkong, daun papaya, arang daun pisang kering, dan air daun teh. Bahan ini lebih aman dan tidak mengganggu kesehatan atau lingkungan.
·      Lem, untuk menambah kerekatan bubur kertas (pulp)

b.       PERALATAN
Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan kertas daur ulang sebagai berikut :
·         Papan tripleks, digunakan sebagai alas pencetakan kertas
·         Kain, diletakkan di atas tripleks sebagai penyerap air
·         Cetakan dari kayu, bisa dibeli atau dibuat sendiri
·         Lumping atau blender, untuk menghaluskan kertas hasil rendaman
·         Ember atau bak air, untuk merendam kertas dan menampung bubur kertas
·         Panci, untuk merebus atau melarutkan tinta yang terdapat pada kertas bekas
·         Kompor, untuk memasak rendaman
·         Setrika, untuk menghaluskan kertas

c.       PROSES PEMBUATAN
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
·         Pilah kertas bekas menurut jenisnya, HVS putih, kertas Koran atau majalah
·         Lalu hancurkan kertas bekas tersebut dengan gunting, cutter, atu dengan menyobek-nyobeknya menjadi potongan kecil-kecil
·         Selanjutnya rendam kertas yang telah dihancurkan tadi dalam ember berisi air. Untuk kertas putih cukup direndam dalam air biasa, tetapi untuk kertas bekas Koran atau majalah harus direbus selama 2-3 jam dan direndam dalam keadaan hangat. Perendaman ini lamanya sekitar tiga hari. Agar air rendaman tidak berbau maka air perlu diganti setiap hari. Sedangkan perbandingan antara kertas dengan air adalah 1:1
·         Selanjutnya cuci bersih kertas rendaman (khusus untuk kertas kotor kena tinta)
·         Kemudian peras potongan-potongan kertas bekas yang telah dicuci dan buatlah menjadi kepalan-kepalan bulat
·         Haluskan hancuran kertas dengan menggunakan blender yang biasa dipakai untuk membuat jus. Untuk membantu agar cepat menjadi bubur, saat memblender tambahkan air dengan perbandingan 1:1 dan lem sebanyak satu sendok teh untuk menambah daya rekat bubur kertas nantinya. Setelah dihancurkan, bahan langsung bisa dicetak.
·         Namun bila suka tambahkan pewarna dahulu sebelum dicetak.
·         Siapkan cetakan dan ember berisi bubur kertas yang akan dicetak. Perlu diperhatikan tinggi air dalam ember harus dapat membuat cetakan terendam. Kemudian siapkan jug alas tripleks yang telah dilapisi kain.
·         Setelah semuanya siap, pencetakan dapat dimulai. Masukkan cetakan ke dalam ember berisi bubur kertas
·         Kemudian keringkan kertas dengan cara mengangin-anginkannya di tempat yang teduh (tidak terkena sinar matahari langsung)
·         Terakhir untuk membuat agar permukaan kertas menjadi halus, maka kertas dapat disetrika saat mendekati kering. Caranya bagian atas kertas dilapisi kain tipis untuk mencegah panas yang berlebihan.

ASPEK EKOLOGIS
Pembuatan kertas daur ulang ditinjau dari segi lingkungan hidup (ekologis) memberikan manfaat antara lain :
1)     Mengurangi terjadinya pencemaran yaitu pencemaran yang ditimbulkan oleh proses produksi kertas pada umumnya. Misalnya pencemaran udara dari asap pabrik kertas dan pencemaran air akibat limbah pabrik kertas
2)     Mengurangi penebangan pohon
3)     Memperkecil jumlah sampah kertas

ASPEK BISNIS
Dari segi ekonomis, pembuatan kertas daur ulang dapat memberikan manfaat yang cukup besar antara lain :
1)     Menambah penghasilan
2)     Membuka kesempatan kerja
3)     Meningkatkan kreativitas
4)     Sebagai alat tulis kantor


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar